Senin, 26 Agustus 2019

Ternyata! Tidak Aman Minum Air dari Botol Plastik, Kenapa?

Diary News - Air minum sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Setiap harinya orang dewasa diwajibkan minum 7-8 gelas dalam sehari, untuk menjaga cairan tubuh. 
Padatnya rutinitas yang dijalankan setiap harinya di negara beriklim tropis seperti Indonesia membuat banyak orang yang membeli minuman dalam Botol plastik. Alasanya karena simpel dan mudah dibawa. 
Tapi perlu kamu ketahui soal baik buruknya minum dalam kemasan Botol plastik. Dilansir AkuratHealth dari laman BoldSky berikut soal Botol plastik yang ternyata berbahaya bagi kesehatan. 
Sebagian besar plastik terbuat dari rantai molekul hidrokarbon dan sebagian besar ditambahkan Bahan Kimia. Bahan tersebut digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas plastik atau membuat warna Botol. 
Keamanan Botol plastik sangat bervariasi, tergantung pada jenis plastik yang digunakan. Produk dengan kualitas rendah memungkinkan akan menjadi masalah serius untuk kesehatan tubuh. Bahkan penyakit mematikan dapat diterima. 
Biasanya Botol plastik digunakan hanya untuk sekali pakai. Tetapi terkadang seseorang menggunakan berulang kali, bahkan bisa terpapar panas. Ketika terkena panas, beberapa Bahan Kimia dapat merembes keluar dan bercampur dalam air. 
Untuk itu, mulai sekarang mulailah peduli terhadap kesehatan, stop menggunakan Botol plastik secara berulang kali![]


Sumber : Akurat.co

Lakukan dan Mendidik Anak Agar Peduli Terhadap Sampah

Diary News - Sudah bukan rahasia lagi ketika anak menjadi peniru ulung. Semua yang menarik dan terlihat oleh mereka tentu akan selalu diingat dan dilakukannya kembali.
Sebagai penerus bangsa, anak merupakan ujung tombak untuk lingkungan yang lebih bersih. Dalam hal ini peran orangtua sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada anak guna menirukan dan menjaga kebersihan lingkungan.
Lantas bagaimana cara sederhana yang bisa dilakukan orangtua? Kali ini Hana NurAuliana selaku, Business Development dari Waste4Change ingin membagi beberapa tips untuk orangtua mengajarkan cara sederhana kepada anak.
"Orangtua perlu memberikan pemahaman kepada anak untuk mencintai lingkungan tempat mereka hidup, dengan menanamkan kecintaan akan lingkungan mereka akan selaku belajar untuk memiliki kebiasaan dan gaya hidup yang lebih baik," katanya saat dihubungi AkuratParenting, baru-baru ini.
Lanjut Hana, bicara sampah orangtua memiliki banyak cara mudah untuk mengajarkannya, salah satunya dengan menonton film terkait sampah dan lingkungan dan memberikan alasan mengapa anak perlu bertanggung jawab.
"Ajaklah anak nonton film tentang sampah dan lingkungan, sambil memberikan bebrapa penjelasan mengenai tata cara oemlihan sampah dan masing-masing jenis sampah yang perlu di kelola," lanjutnya.
Beberapa cara mudah bisa orangtua ajarkan untuk menanggulangi sampah yang bisa dikelola. Dari penggunaan plastik yang sudah tidak digunakan, orangtua bisa mengajarkan anak untuk membuat sebuah kreasi menarik.
Ketika pemahaman tersebut sudah dipahami anak, dijamin anak akan turut serta menjaga lingkungan terutama dalam hal pengelolaan sampah yang dijadikan sebuah kerajinan tangan. 

Sumber : Akurat.co

Gunakan Medsos, Anak Perempuan Paling Rentan Terkena Problem Psikologis

Diary News - Maraknya penggunaan gadget dan media sosial berdampak buruk bagi semua kalangan, baik itu orang tua, remaja atau bahkan anak-anak. Mereka yang sudah kecanduan dengan media sosial, efeknya bisa depresi atau bahkan bisa menjadi gila hingga bunuh diri.
Bahkan ada fakta yang menyatakan ada hubugan media sosial dan depresi yang diungkap oleh sebuah laporan dari Centre for Longitudinal Studies yang berjudul Heavy Social Media Used linked to Depression in Young Teens.
Laporan tersebut menjelaskan, data pada 10.904 anak berusia 14 tahun yang lahir antara 2000 hingga 2002 di Inggris, yang berjenis kelamin perempuan rata-rata memiliki skor gejala depresi yang tinggi. Karena, sebanyak 43,1 persen anak permpuan mengatakan menggunakan media sosial selama tiga jam atau lebih per hari. Jika dibandingkan dengan anak laki-laki hanya meraih skor 21,9 persen.
"Penelitian tersebut menyatakan bahwa anak di usia tersebut, anak perempuan, ternyata rentan terhadap masalah problem psikologis pada anak. Misalnya mereka ini upload foto di Instagram terus ternyata dikomentari oleh temannya, 'lo kok gemuk sih?', itu sama saja kasus bullying," ungkap Konsultan dan Pemerhati Anak dari Rumah Amalia Ciledug, Muhammad Agus Syafiidi acara Media Gathering Rumah Amalia di SKyworld Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (25/8).
Kemudian, adapun empat faktor lain yang membuat anak perempuan sangat rentan terhadap masalah tersebut antara lain kebiasaan tidur, pelecehan di dunia maya, citra tubuh atau penerimaan dengan penampilan mereka sendiri, seta harga diri.
Penelitian itu juga menyebutkan, anak remaja di Inggris juga cenderung menggunakan akun media sosial mereka seperti Instagram, Facebook, ataupun Snapchat. Dari situ, mereka mulai memperhatikan fisik, mengambil foto dan mulai mengomentari foto orang lain.
Lanjut Agus, ia mengungkapkan efek dari media sosial tersebut juga membuat pertemanan si anak ini jadi makin tidak baik di lingkungannya. Hasilnya, mereka semakin merasa kesepian.
"Kasus bullying sangat mudah di media sosial. Nah, yang terjadi akhirnya anak ini bukannya anak jadi punya teman yang banyak malah anak ini semakin kesepian hingga, makin mengalami persoalan perkembangan komunikasi yang sifatnya tatap muka," bebernya.


Sumber : Akurat.co

Sebuah Fakta-fakta Soal Pemindahan Ibu Kota

Diary News - Rencana pemindahan Ibukota sampai saat ini masih menjadi kabar terhangat di tengah-tengah masyarakat. Apalagi siang ini (26/8/2019) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan soal wilayah terbaru Ibu Kota.
Kendati demikian ada 5 fakta besar soal rencana Pemindahan Ibu Kota ini, sebagai berikut:
1. Alasan Utama Presiden Jokowi Pindahkan Ibu Kota
Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, keinginan pindah kota harus di luar Jawa karena pulau ini dinilai sudah terlalu terbebani.
Lebih dari separuh penduduk Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa yang luasnya lebih kecil dibandingkan Papua, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Bahkan kepadatan penduduk di Jawa, lanjut Bambang, apabila terus berlanjut maka tak akan ada lagi ruang yang tersisa di pulau tersebut, terutama, dari sisi ketersediaan air bersih dan pangan.
Apalagi di Jakarta sebagai Ibu Kota negara saat ini banyak menghadapi masalah, yakni macet, banjir, lahan, serta masalah air. 
2. Biaya Pemindahan Ibu Kota Fantastis
Untuk pembiayaan pemindahan Ibu Kota, Menteri Bambang menjelaskan ada dua skenario. Skenario pertama dengan nilai Rp 466 triliun, sedangkan skenario kedua Rp 323 triliun. Pembiayaan itu akan bersumber dari empat pihak, yaitu APBN, BUMN, KPBU, dan swasta. 
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberi sinyal aset-aset negara di Jakarta nantinya akan dipakai untuk pembiayaan ibu kota baru di Kalimantan, tak semuanya dijual, tapi ada skema lain seperti sewa atau kerja sama operasi atau lainnya.
3. Ibu Kota Pindah ke Kalimantan
Di depan MPR, DPR hingga DPD dan disaksikan seluruh masyarakat melalui media digital dan televisi, Jokowi meminta izin kepada anggota legislatif mengenai rencana pemindahan ibu kota.
Melalui pidato kenegaraannya pada 16 Agustus lalu, Jokowi menyebut pasti bahwa ibu kota pindah ke Kalimantan.
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil sempat melakukan keceplosan dan membenarkan bahwa lokasi ibu kota ada di Kalimantan Timur (Kaltim) tapi berselang sehari, dirinya langsung mengoreksi ucapannya. 
4. Berapa Lama Proses Pemindahan Ibu Kota?
Menurut Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro, pemindahan ibu kota hingga terbangun infrastruktur yang solid dperlukan waktu setidaknya hingga 25 tahun. Rencana pemindahan Ibu Kota telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 edisi revisi bulan Juni 2019 Proyek ini berada dalam program prioritas nasional nomor 2.
Untuk zonasi kawasan inti pusat pemerintahan (2.000 hektare) akan berisi Istana, kantor lembaga negara (eksekutif, legislatif, yudikatif), taman budaya, dan kebun raya. Tahapan berikut, yaitu 2025-2029, akan dibangun sejumlah properti di kawasan ibu kota negara (40.000 ha) antara lain perumahan ASN/TNI/Polri, fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga pangkalan militer. 
Tahap berikut, yaitu 2030-2045 akan dibangun sejumlah instrumen berupa taman nasional, konservasi orang utan, klaster permukiman non-ASN, dan wilayah pengembangan terkait dengan wilayah provinsi sekitarnya. Ada dua zonasi dalam tahap ini, yaitu kawasan perluasan IKN I (200.000 ha) dan kawasan perluasan IKN II (lebih dari 200.000 ha). 
5. Ibu Kota Indonesia Pernah Pindah
Wacana pemindahan ibu kota memang sudah ada sejak era kepemimpinan Soekarno hingga Soeharto. Namun, siapa sangka bahwa sejarah telah mencatat Indonesia pernah memindahkan ibu kota setidaknya satu kali.
Hal tersebut terungkap dari Sejarawan Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam. Dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta Pusat, ia menyebut bahwa ibu kota negara sudah pernah berpindah ke Yogyakarta.
Asvi mengemukakan, pemindahan ibu kota yang saat itu dieksekusi pada 4 Januari 1946 memang harus dilakukan karena masalah keamanan. Pasalnya, pada saat itu Jakarta dianggap tidak aman. []

Sumber : Akurat.co

Selasa, 20 Agustus 2019

Nah Inilah Cara Mudah Merawat Kulit Sensitif untuk Para Ladies

Diary News - Merawat kulit dengan benar diperlukan untuk menjaga kesehatan kulit. Tetapi, bagaimana jika hal-hal yang Anda gunakan untuk merawat kulit akhirnya malah merusak dan menyebabkan Anda tidak nyaman? Nah, Anda kemungkinan besar memiliki kulit sensitif.
Kulit sensitif adalah kondisi yang dapat menyebabkan iritasi, sensasi terbakar, menyengat dan gatal. Ini adalah reaksi sensorik yang dapat dipicu ketika kulit bersentuhan dengan hal-hal yang membuatnya alergi atau dapat disebabkan oleh faktor lingkungan seperti debu, polusi, dll. Namun demikian, itu dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit.
Anda tidak pernah tahu apa reaksi kulit Anda. Karena itu, penting untuk mengetahui cara menangani kulit sensitif Anda dan tindakan pencegahan apa yang perlu Anda ambil untuk mencegah kemungkinan reaksi kulit.
Oleh karena itu, berikut AkuratTren rangkum cara terbaik merawat kulit sensitif.
Gunakan air suam-suam kuku atau air dingin
Menjadi sensitif, kulit Anda mungkin bereaksi terhadap air yang sangat panas. Tidak peduli seberapa santai atau menenangkan mandi air panas bagi Anda, itu dapat mengiritasi kulit dan membuat kulit kering dan karenanya menyebabkan ketidaknyamanan. Gunakan suam-suam kuku atau air dingin untuk mandi atau melakukan pekerjaan rumah biasa.
Jangan melakukan eksfoliasi berlebihan
Pengelupasan kulit secara teratur adalah rutinitas perawatan kulit yang baik. Tetapi ketika itu merusak kulit Anda, alih-alih meremajakannya, Anda harus menahannya. Eksfoliasi berlebihan dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan pengelupasan. Jadi, bersikaplah lembut dengan kulit Anda.
Jagalah agar kulit Anda tetap lembab
Kulit kering adalah salah satu alasan utama kulit sensitif. Keping kulit sensitif yang dilembabkan sangat penting. Hati-hati dalam memilih pelembab dan periksa bahan-bahan yang mungkin bereaksi pada kulit Anda. Cara terbaiknya adalah dengan menggunakan cara alami. Bahan-bahan alami seperti lidah buaya, jojoba, atau minyak kelapa adalah yang terbaik untuk melembabkan kulit.
Juga, jangan lupa untuk melembabkan tangan Anda. Mereka melakukan banyak pekerjaan sepanjang hari dan terpapar sebagian besar hal. Jadi, tetap pelembab tangan Anda.
Jangan pernah melewatkan tabir surya
Sinar UV matahari bisa sangat berbahaya dan lebih dari itu untuk kulit sensitif. Karena itu, penting untuk melindungi kulit Anda dari sinar matahari yang keras. Jadi, dapatkan tabir surya dengan SPF 15 atau lebih tinggi. Tapi, periksa bahan-bahan untuk mengetahui kemungkinan iritasi. Juga, pastikan tabir surya tidak memiliki fragnansi.

Sumber : Akurat.co

Kebutuhan Listrik Makin Meningkat Karena Coffee Shop Menjamur

Diary News - Sudah menjadi rahasia umum tatkala industri seiring sejalan dengan pertumbuhan konsumsi masyarakat di suatu daerah. Maka sejak itu pulalah kebutuhan hidup masyarakat seolah ikut beradaptasi.
Salah satu konsumsi yang melekat erat pada penduduk Indonesia adalah minum Kopi,  tak heran jika Kopi pinggir jalan hingga Coffee Shop bernuansa bintang lima atau sekedar Coffee Shop khusus anak muda yang menjanjikan nuansa tempat yang instagramable menjamur di berbagai daerah. 
Belakangan, industri ini menjelma menjadi bisnis warung Kopi modern. Data dari Ditjen Industri Agro Kemenperin menyatakan pertumbuhan konsumsi produk Kopi olahan dalam negeri meningkat rata-rata 7 persen per tahun. Pertumbuhan ini didorong oleh bertumbuhnya masyarakat kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat.      
Menjawab tantangan menjamurnya industri Kopi modern tersebut, Ketua Penyelenggara Festival Kopi di Bali Collection Festival 2019 (BCF 2019), Pambudi Prasetyo mengatakan dibidang usaha Kopi modern ini dibutuhkan sokongan dari energi listrik.  
Menurutnya di bidang usaha coffee shop, daya listrik setiap jenis mesin berbeda-beda, bervariasi antara 1.200 watt sampai 1.300 watt di luar daya boiler.
"Biasanya setiap venue memiliki minimal 4 jenis mesin, serta pendingin ruangan (AC) sehingga untuk menyediakan daya listrik beserta spare daya tersedia, mereka perlu menyediakan sekitar 10.000 watt," katanya.
Hal senada dikemukakan oleh Nyoman Suweca selaku Ketua Indonesian Barista Association (IBA) Bali, yang secara organisasi berada di bawah Indonesian Food and Beverage Association Commitee (IFBAC) Bali. 
Lebih lanjut pihaknya menjelaskan untuk mendirikan coffee shop kekinian yang menampilkan frame mural yang menarik  dengan investasi lampu, meja dan kursinya, serta sekitar 4 jenis mesin untuk membuat Kopi diperlukan investasi awal berkisar antara Rp100 -150 juta. Dan harus didukung dengan suplai energi listrik tentunya.
“Investasi terbesar adalah pada harga mesin-mesin seperti coffee grinder (mesin giling Kopi), mesin espresso, french press (alat penghilang ampas Kopi), milk steamer, dan kulkas untuk menyimpan susu dan campuran bahan Kopi lainnya (chest freezer). Sebab harga satu jenis mesin saja berada sekitar Rp35 - 50 juta,"katanya. []

Sumber : Akurat.co

Hati-Hati Jika Kamu Kurang Tidur, Ada Masalah yang akan Muncul

Diary News - Setiap hari seseorang membutuhkan setidaknya enam jam untuk pejamkan mata agar tubuh berfungsi dengan baik. Dan tak sedikit orang yang kualitas hidupnya menurun hanya karena kurang tidur.
Tidur yang cukup sama pentingnya dengan pemenuhan makanan bergizi dalam mempertahankan gaya hidup sehat. Selain itu, kurang tidur juga dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. 
Mengonsumsi alkohol atau asupan kafein adalah salah satu penyebab yang paling umum untuk masalah kesulitan tidur. Serta mengonsumsi beberapa obat obatan tertentu juga dapat merangsang tubuh tetap terbangun. Gaya hidup moderen dengan bekerja samapai larut malam juga menjadi masalah umum masyarakat saat ini.
Untuk itu, kamu harus tahu dua efek kesehatan yang akan terjadi ketika jam tidurmu kurang dari enam jam dalam sehari, seperti dilansir AkuratHealth dari laman Boldsky.
Obesitas 
Ketika kamu kurang tidur efek yang paling umum itu hadirnya obesitas. Hal tersebut dikarenakan penurunan tingkat hormon leptin yang membuat otak selalu berfikir tentang makanan dan membuatnya makan dilarut malam. 
Selain itu kurang tidur juga menyebabkan peningkatan kadar insulin, sehingga dapat menghasilkan lebih banyak penyimpanan lemak. 
Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh
Selama tidur tubuh manusia memperkuat sistem kekebalan dengan memproduksi lebih banyak antibodiyang dapat menghindari terjangkit bakteri dan racun. Ketika kurang tidur, maka akan ada penurunan produksi sitokin pelindung dan antibodi penangkal infeksi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh terganggu. 
Ketika kamu kurang tidur beberapa masalah pada tubuh akan muncul, sederhananya masalah pernapasan seperti pilek dan flu yang dapat berimbas masalah ke paru-paru. 

Sumber : Akurat.co