Tampilkan postingan dengan label Pusing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pusing. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Agustus 2019

Vertigo? Coba Cek Dan Kenali Jenis-Jenisnya

Diary News - Vertigo merupakan Sakit Kepala yang menyebabkan seseorang tidak dapat menyeimbangkan tubuh dengan baik. Keluhan yang paling umum terjadi adalah seseorang akan merasa bergerak, padahal dirinya sedang terdiam. 
Vertigo akan membuat Mual, keringat dingin, kedipan mata yang tidak normal, bahkan sampai berdengungnya pendengaran yang menjalar menyebabkan sakitnya kepala. 
Ketika kamu mengalami Vertigo, haruslah tahu terlebih dahulu jenis-jenisnya. Dilansir AkuratHealth dari laman BoldSkyberikut jenis Vertigo yang kerap dialami. 
Vertigo Perifer
Biasanya Vertigo ini terjadi ketika ada gangguan dalam keseimbangan organ telinga bagian dalam. Bisa berkembang karena peradangan atau infeksi yang mempengaruhi telinga bagian dalam. 
Ketika kamu menggerakan kepala, rasa Pusing akan muncul. Ini terjadi bukan hanya sesekali dalam sehari. Bisa berulang kali. Parahnya, ketika kamu memiliki riwayat cidera, kepala bisa mengalami masalah gangguan telinga yang menyebabkan Vertigo perifer. 
Vertigo Central
Berbeda dengan perifer, Vertigo central terkait dengan sistem saraf pusat dan melibatkan gangguan pada batang otak atau otak kecil. 
Gejala Vertigo central bisa dipicu karena gerakan berlebihan pada kepala. Gejala ini berlangsung tak sebentar, bahkan bisa betahan beberapa jam lamanya. 
Salah satu penyebab Vertigo central yang paling awam yaitu Migrain. Rasa nyeri dan Sakit Kepala sebelah yang tidak tertahankan kerap terjadi pada milenial karena banyaknya urusan yang dipikirkan, karena milenial rata-rata melakukan aktivitas rutin lebih dari satu. Hal ini ternyata bisa menjadi penyebab utama hadirnya Vertigo central. 
Anda pernah mengalami Vertigo?[]

Sumber : Akurat.co

Kamis, 18 Juli 2019

Fakta! Wanita yang ingin mendonorkan Darahnya, Hanya sedikit

Diary News - Pada tahun 2018, Palang Merah Indonesia (PMI) berhasil mengumpulkan darah sebanyak 3,2 juta kantong dari hasil donor di seluruh Indonesia. 90 persen pemenuhan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.
Tapi Sayangnya, sebagian besar pendonor adalah laki-laki. Bagaimana dengan Wanita?
Bagi sebagian wanita, mendonorkan darah merupakan sesuatu yang tidak biasa. Bahkan, menakutkan. Apakah kamu salah satunya?
Ini terbukti dari data yang diterima AkuratHealth dari PMI, bahwa jumlah pendonor wanita hanya mencapai 27 persen saja. Sisanya adalah laki-laki. Bahkan, dr. Ria Safitri, Kepala UTD PMI Pusat, pernah memiliki pengalaman yang tak biasa saat awal tahun lalu dalam sebuah acara Donor Darah yang dihadiri Wakil Presiden, Jusuf Kalla.
"Waktu itu ada 800 pendonor dan catatan kami hanya 20 wanita saja yang mendonorkan darah, berbeda sekali dengan pria," katanya kepada AkuratHealth di kawasan, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis, (18/7).
Selain rasa takut, ternyata ada beberapa alasan yang kerap muncul jika ingin mendonorkan darah. Ya, bisa saja akan, sedang atau baru saja Menstruasi.
"Biasanya alasan utama setelah selesai Mens itu wanita tidak mau mendonorkan darah, tentu darah akan keluar lebih banyak," lanjutnya.
Padahal, menurut dr. Ria, setelah Menstruasi wanita diperbolehkan untuk mendonorkan darah. Dengan syarat, Hemoglobin (HB) harus melebihi 12,5 persen. Jika dibawah angka tersebut, ia tak menyarankan karena akan menyebabkan LelahPusing dan lesu.
"Sebenarnya boleh saja kalau memang tidak menganggu kesehatan dan wanita tidak lemas. Kita kan cek dulu HB mereka, jika diatas 12,5 persen itu tidak masalah," tutupnya.[]

Sumber : Akurat.co